Makanan dan minuman yang membuat tulang menjadi rapuh



Ketika membicarakan tentang makanan dan kesehatan, biasanya kita akan membicarakan tentang makanan yang dapat menambah berat badan kita/mengurangi berat badan kita dan juga makanan berlemak dan kaitannya dengan jantung dan pembuluh darah kita.

Mungkin banyak orang berpikir bahwa makanan yang kita makan tidak dapat mempengaruhi tulang kita. Namun, ternyata ada beberapa makanan yang dapat melemahkan tulang kita dan mencegah tulang kita mendapatkan mineral yang seharusnya sehingga membuat kita mengalami osteoporosis yang paling banyak mengancam para wanita. Apa saja makanan yang dapat membuat tulang kita rapuh?

Garam
Garam dapat membuat tulang kita rapuh karena garam dapat menguras kalsium dari tulang dan membuatnya rapuh. Wanita yang telah mengalami menopause dan memakanan makanan yang banyak mengandung garam akan memiliki tulang yang lebih rapuh dibandingkan mereka yang tidak memakan garam yang berlebih.

Soft Drinks
Soft drinks dan minuman bersoda mengandung phosphoric acid, yang dapat meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan/dibuang melalui urine. Sebaiknya perbanyak konsumsi susu dan kurangi minuman bersoda dan soft drink.

Makanan Berlemak
Sebagian besar makanan berlemak mengandung hydrogenated vegetable oils, seperti margarin yang dapat menghasilkan asam lemak trans yang berbahaya bagi jantung kita dan menghancurkan vitamin K yang kita butuhkan untuk menjaga agar tulang kita kuat dan sehat.

Kafein
Kafein memiliki efek yang sama seperti garam bagi tulang kita, namun tidak sebesar efek yang ditimbulkan oleh garam. Walaupun secangkir kopi memang dapat membuat tulang kita menjadi rapuh, namun teh yang juga mengandung kafein dipercaya dapat membuat tulang menjadi lebih kuat pada wanita yang telah berumur.

Alkohol
Alkohol dapat mencegah kalsium yang Anda konsumsi untuk diserap. Minum minuman beralkohol mencegah tulang Anda tetap kuat dan menghambat proses peremajaan tulang yang dilakukan oleh sel-sel dalam tulang Anda.

Kedelai
Walaupun produk dari kacang kedelai kaya akan protein dan membuat tulang Anda kuat, produk dari kacang kedelai mengandung zat yang dapat mencegah penyerapan kalsium secara baik. Kacang kedelai mengandung zat yang dikenal sebagai oxolates yang jika bercampur dengan kalsium dapat mencegahnya kalsium diserap oleh tubuh.


»»  Read More...

Where The Children Sleep

"Where The Children Sleep", karya besar dari seorang fotografer James Mollison kelahiran Inggris. Ini adalah Foto kamar tidur anak-anak di seluruh dunia dari Amerika, Meksiko, Brasil, Inggris, Italia, dll.

Setiap pasang foto-foto ini disertai dengan kisah masing-masing anak. Difoto lebih dari 2 tahun dengan dukungan dari Save the Children (Italia), "Where The Children Sleep" adalah foto dan juga sebuah buku pendidikan yang melibatkan kehidupan anak-anak di seluruh dunia.

1. Lamine (12 tahun, Senegal)

http://hermawayne.blogspot.com
Dia adalah seorang murid di sekolah desa "Koranic school" (sekolah al-Quran), khusus untuk anak laki-laki. Ia berbagi kamar dengan anak laki-laki lainnya. Tempat tidur merupakan dasar bagi mereka, beberapa didukung oleh batu bata untuk kaki kasurnya.

Pada jam 6 setiap pagi, anak-anak mulai bekerja di peternakan sekolah, dimana mereka belajar bagaimana untuk menggali, panen jagung dan membajak ladang dengan menggunakan keledai. Pada sore hari mereka mempelajari Quran. Waktu luangnya (Lamine) suka bermain sepak bola dengan teman-temannya.

2. Tzvika (9 tahun, Israel)

http://hermawayne.blogspot.com
Tzvika, tinggal di sebuah blok apartemen di Beitar Illit, sebuah pemukiman Israel di Tepi Barat. Ini adalah sebuah daerah yang terjaga keamanannya di 36.000 haredi (Ortodoks) Yahudi. Televisi dan surat kabar dilarang dari pemukiman tersebut.

Rata-rata keluarga memiliki 9 anak, tetapi Tzvika hanya memiliki 1 saudara perempuan dan 2 saudara, yang tidur satu kamar. Dia dibawa dengan mobil ke sekolah. Olahraga dilarang dari kurikulum sekolahnya.

Tzvika pergi ke perpustakaan setiap hari dan menikmati membaca kitab suci. Dia juga suka main game yang mengandung unsur agama di komputernya. Dia ingin menjadi seorang "rabbi", dan makanan favoritnya adalah schnitzel dan chip.

3. Jamie (9 tahun, New York)

http://hermawayne.blogspot.com
Jamie tinggal bersama orang tua dan saudara kembar adik dan kakaknya di penthouse di 5th Avenue, New York. Jamie bersekolah di sebuah sekolah bergengsi dan dia merupakan murid yang baik.

Dalam waktu luangnya ia mengambil les judo dan pergi untuk berenang. Dia sangat suka pelajaran keuangan. Ketika ia besar nanti, dia ingin menjadi pengacara seperti ayahnya.

4. Indira (7 tahun, Nepal)

http://hermawayne.blogspot.com

Indira hidup bersama saudara, orangtua dan adiknya di dekat Kathmandu di Nepal. Rumahnya hanya memiliki 1 kamar, dengan 1 tempat tidur dan 1 kasur. Saat tidur, anak-anak berbagi kasur di lantai.

Indira telah bekerja di tambang granit lokal sejak dia berumur 3 tahun. Keluarganya sangat miskin sehingga setiap orang harus bekerja. Ada 150 anak-anak lainnya yang bekerja di pertambangan.

Indira bekerja 6 jam sehari dan kemudian membantu ibunya dengan pekerjaan rumah tangga. Dia juga menghadiri sekolah dengan harus menempuh 30 menit berjalan kaki. Makanan kesukaannya adalah mie. Dia ingin menjadi penari saat ia besar nanti.

5. Jasmine (4 tahun, Amerika Serikat)

http://hermawayne.blogspot.com
Jasmine ('Jazzy'), tinggal di sebuah rumah besar di Kentucky, Amerika Serikat, bersama orang tuanya dan tiga bersaudara. Rumahnya adalah di pedesaan, dikelilingi oleh lahan pertanian.

Kamar tidurnya penuh dengan tajuk dan ikat pinggang yang telah dia menangkan dalam kontes kecantikan. Dia telah mengikuti lebih dari 100 kompetisi. Waktu luangnya digunakan untuk latihan. Setiap hari ia selalu berlatih di panggung dengan pelatihnya. Jazzy ingin menjadi bintang rock ketika ia besar nanti.

6. Keluarga Pendatang (Roma, Italia)

http://hermawayne.blogspot.com
Rumah untuk anak ini dan keluarganya adalah kasur di sebuah lapangan di pinggiran kota Roma, Italia. Keluarganya berasal dari Rumania dan pindah ke Roma dengan bus, setelah mengemis uang untuk membayar tiket mereka.

Ketika mereka tiba di Roma, mereka berkemah di atas tanah pribadi, tetapi polisi mengusir mereka. Mereka tidak memiliki surat-surat identitas, sehingga tidak bisa mendapatkan pekerjaan legal. Orangtua anak itu membersihkan kaca jendela mobil di jalanan. Tak seorangpun dari keluarganya yang pernah ke sekolah.

7. Dong (9 tahun, Cina)

http://hermawayne.blogspot.com
Dong tinggal di propinsi Yunnan di selatan-barat Cina dengan adik, orang tua dan kakeknya. Ia berbagi kamar dengan adiknya dan orang tua. Keluarga memiliki tanah yang hanya cukup untuk menanam padi dan tebu milik sendiri.

Dong ke sekolah selama 20 menit berjalan kaki. Dia sangat menikmati dalam menulis dan bernyanyi. Paling malam, dia menghabiskan 1 jam mengerjakan PR dan 1 jam menonton televisi. Ketika besar, Dong ingin menjadi polisi.

8. Roathy (8 tahun, Kamboja)

http://hermawayne.blogspot.com
Roathy tinggal di pinggiran Phnom Penh, Kamboja. Rumahnya berada di tempat pembuangan sampah besar. Kasurnya terbuat dari ban bekas. 5000 orang tinggal dan bekerja di sini.

Pada jam 6 setiap pagi, Roathy dan ratusan anak-anak lain diberi kesempatan untuk mandi di pusat amal lokal sebelum mereka mulai bekerja, mengais-ngais kaleng dan botol plastik, yang dijual ke perusahaan daur ulang.

9. Nantio (15 tahun, Kenya)

http://hermawayne.blogspot.com
Nantio adalah anggota dari suku Rendille di Kenya utara. Dia memiliki 2 saudara laki-laki dan 2 saudara perempuan. Rumahnya adalah sebuah kubah tenda seperti terbuat dari kulit sapi dan plastik, dengan sedikit ruang untuk berdiri. Ada api di tengah, di ruang tidur keluarga.

Tugas Nantio mencari kambing, memotong kayu bakar dan mengambil air. Dia pergi ke sekolah desa selama beberapa tahun, namun memutuskan untuk tidak melanjutkan.

Nantio berharap seorang Moran (prajurit) akan memilih dia untuk menikah. Dia punya pacar sekarang, tetapi tidak biasa bagi seorang wanita Rendille untuk memiliki beberapa pacar sebelum menikah. Pertama, ia harus menjalani sunat, sesuai tradisi.

10. Joey (11 tahun, Amerika Serikat)

http://hermawayne.blogspot.com
Joey tinggal di Kentucky, Amerika Serikat, dengan orangtua dan kakak perempuan. Ia secara rutin menemani ayahnya di perburuan. Dia memiliki 2 senapan dan panah dan pertama kali membunuh rusa pada usia 7 tahun.

Dia berharap untuk menggunakan panah selama musim berburu berikutnya karena ia telah merasa lelah jika menggunakan senapan. Dia mencintai kehidupan luar ruang dan berharap untuk terus berburu menjadi dewasa.

Keluarganya selalu memasak dan memakan daging dari binatang yang mereka dapatkan dari berburu. Joey tidak setuju bahwa binatang harus dibunuh hanya untuk olahraga. Ketika dia tidak pergi berburu, Joey bersekolah dan menikmati menonton televisi dengan hewan peliharaannya, seekor kadal naga berjanggut, bernama Lily.


»»  Read More...

Mengapa bangsa Indonesia kalah kreatif dari negara-negara maju


Sebenarnya ini adalah ringkasan dari buku Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland yang berjudul "Why Asians Are Less Creative Than Westerners"(Mengapa bangsa Asia kalah kreatif dari negara-negara barat), tapi berhubung saya tinggal di Indonesia dan lebih mengenal Indonesia, maka saya mengganti judulnya, karena saya merasa bahwa bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri yang paling mirip seperti yang tertulis dalam buku itu.

1. Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan.

2. Bagi orang Indonesia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada cara memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku korupsi pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

3. Bagi orang Indonesia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban", bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT, dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Indonesia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of none"(tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Indonesia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Indonesia yang memenangkan Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Orang Indonesia takut salah dan takut kalah. Akibatnya, sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi kebanyakan bangsa Indonesia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir, peserta akan mengerumuni guru/narasumber untuk meminta penjelasan tambahan.


Dalam bukunya, Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut:
1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya, bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren, tapi duitnya dari hasil korupsi

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.

3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban untuk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan passion (rasa cinta)-nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. Ayo bertanya!

6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau kita tidak tahu!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan. Sebagai orang tua, kita bertanggungjawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.


»»  Read More...